Pantauan – Banyak keputusan buruk lahir bukan karena niat jahat, tapi karena cara berpikir yang keliru sejak awal.Studi Harvard Business School (2022) menunjukkan: keputusan yang lahir dari analisis logis punya tingkat keberhasilan jangka panjang 60% lebih tinggi dibanding keputusan yang diambil berdasarkan intuisi semata, tekanan sosial, atau emosi sesaat.
Temanku resign dari pekerjaan karena ikut tren “healing”. Katanya, itu bentuk keberanian dan kejujuran pada diri sendiri. Tiga bulan kemudian, ia stres, kehilangan arah, dan mulai menyalahkan nasib.
Masalahnya bukan pada keputusan resign-nya. Tapi pada proses berpikir yang dangkal dan tidak jernih sejak awal.





