Bupati Way Kanan Simak Arah Pembangunan Nasional dalam Pidato Kenegaraan Presiden

by -240 Views

WAY KANAN – Arah pembangunan nasional dan berbagai capaian pemerintah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Way Kanan yang digelar untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan berlangsung di Ruang Buway Bahuga DPRD Kabupaten Way Kanan, Jumat (14/8/2026), dengan dihadiri langsung Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked. Kehadiran kepala daerah bersama unsur pemerintahan dan Forkopimda menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus momentum menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan arah nasional.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., jajaran Forkopimda, para Pejabat Tinggi Pratama, instansi vertikal, kepala bagian di lingkungan Setdakab, Camat Blambangan Umpu, Ketua Organisasi Wanita Forkopimda, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dhelya Machiavelli, serta Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan.

Melalui rapat paripurna tersebut, jajaran pemerintah daerah mengikuti penyampaian pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden memaparkan sejumlah langkah transformasi yang telah dilakukan pemerintah selama 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahan. Sebanyak 121 kebijakan transformatif disebut telah diputuskan dan dijalankan untuk menangani berbagai persoalan strategis nasional, termasuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah ketahanan pangan. Presiden menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas dalam waktu satu tahun, lebih cepat dibandingkan target awal empat hingga lima tahun.

Delapan komoditas tersebut mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit.

Pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola penyaluran pupuk dengan memangkas 145 regulasi serta menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut disebut turut berdampak terhadap peningkatan keuntungan PT Pupuk Indonesia hingga 252,8 persen.

Tak hanya pangan, sektor energi turut menjadi perhatian. Presiden menyampaikan implementasi biodiesel B50 menjadi salah satu langkah menuju kemandirian energi. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia disebut telah menghentikan impor solar dan mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar.

Berbagai program pembangunan lainnya turut disampaikan, mulai dari pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, hingga perbaikan 71.744 sekolah sepanjang 2026.

Di bidang kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis juga terus diperluas dan disebut telah menjangkau sekitar 108 juta masyarakat di berbagai daerah.

Meski menyampaikan sejumlah capaian, Presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar tidak cepat berpuas diri. Berbagai persoalan masih menjadi pekerjaan besar, di antaranya kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga penertiban pertambangan ilegal dan penyelundupan.

“Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri,” tegas Presiden.

Pidato kenegaraan tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Bagi Kabupaten Way Kanan, momentum tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan yang berkelanjutan.

Presiden menekankan bahwa pembangunan Indonesia harus memiliki orientasi jangka panjang, bukan hanya untuk memenuhi kepentingan satu periode pemerintahan.

“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tegas Presiden. MP –

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.