Way Kanan Siapkan Gerak Cepat Hadapi Karhutla, Bupati Ayu Tekankan Sinergi

by -32 Views

WAY KANAN — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan memasuki musim kemarau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Kesiapan personel, peralatan hingga koordinasi lintas sektor kembali diperkuat untuk memastikan setiap potensi bencana dapat ditangani sedini mungkin.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Mapolres Way Kanan, Jumat (14/8/2026).

Apel tersebut turut dihadiri Kapolres Way Kanan AKBP Ramdhona dan Dandim 0427/WK Letkol Arm Sigit Windarto. Kehadiran unsur Forkopimda tersebut memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kekuatan bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.

Dalam arahannya, Bupati Ayu menegaskan apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran maupun kekeringan di wilayah Way Kanan.

“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud nyata komitmen dan kesiapsiagaan kita bersama dalam menghadapi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ayu.

Way Kanan memiliki kawasan hutan yang cukup luas sehingga potensi Karhutla perlu diantisipasi secara serius. Jika tidak ditangani sejak dini, kebakaran dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, persoalan ketersediaan air hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan deteksi dini melalui pemetaan kawasan rawan, patroli terpadu serta pemantauan titik api. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting, khususnya agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.

Bupati Ayu menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan dan masyarakat harus berada dalam satu pola koordinasi agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat dan terukur.

“Penanggulangan Karhutla dan ancaman kekeringan tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran TNI, Polri, maupun BPBD semata, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Selain kesiapan personel, pemerintah juga memastikan sarana pemadaman, sistem komunikasi dan perlengkapan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan. Kecepatan respons menjadi faktor penting agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Pemerintah juga mengingatkan agar setiap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Bupati turut menekankan pentingnya keselamatan petugas selama operasi penanganan di lapangan. Setiap personel dan relawan diminta bekerja berdasarkan prosedur keselamatan yang berlaku.

Sebagai langkah pencegahan, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan juga harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Cegah sebelum terjadi, siaga sebelum membesar, dan bergerak cepat ketika bencana terjadi,” tegas Bupati Ayu.

Melalui apel tersebut, Pemkab Way Kanan bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen menghadapi musim kemarau. Bagi pemerintah daerah, kesiapsiagaan bukan hanya soal seberapa cepat memadamkan api, tetapi bagaimana seluruh potensi bencana dapat dicegah sebelum menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. MP –

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.