WAY KANAN — Kemarau berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan. Sejumlah sumur warga mengering, memaksa masyarakat mencari sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Way Kanan, dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter pada Selasa (1/9/2026).
Distribusi air dilakukan di delapan titik terdampak, termasuk sebuah pondok pesantren yang turut mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Kepala Markas PMI Kabupaten Way Kanan, Yoni Aliestiadi, didampingi M. Fikri, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Kegiatan ini terlaksana atas prakarsa Ketua PMI Way Kanan, H. Raden Adipati Surya, melalui sinergi bersama Kejari dan BPBD Way Kanan.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika ada kondisi yang membutuhkan penanganan dan kepedulian bersama. Saat ini masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan,” ujar Yoni.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus tetap terpenuhi, terutama ketika musim kemarau menyebabkan sumber air milik warga tidak lagi dapat diandalkan.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyalurkan 25.000 liter air bersih ke beberapa titik di Kelurahan Blambangan Umpu. Selain masyarakat, bantuan juga kami salurkan ke pondok pesantren yang membutuhkan,” jelasnya.
Dampak kekeringan juga dirasakan Sunatri, warga KM 7 Kelurahan Blambangan Umpu. Ia mengungkapkan, keluarganya telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama hampir satu bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, mereka terpaksa mengambil air dari sumur bor milik kerabat yang berada cukup jauh dari tempat tinggalnya.
“Sudah hampir sebulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan minum dan memasak, kami harus mengambil air jauh ke tempat saudara yang memiliki sumur bor,” ungkap Sunatri.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu upaya meringankan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat Blambangan Umpu. Warga berharap pasokan air bersih dapat terus tersedia selama kemarau berlangsung, sehingga kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi.
Kolaborasi PMI, Kejari, dan BPBD tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam merespons persoalan kemanusiaan, khususnya ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih. MP –
![]()





