FTBI 2026 Way Kanan Diikuti 580 Pelajar, Upaya Merawat Bahasa Lampung Sejak Dini

by -421 Views

WAY KANAN – Upaya menjaga kelestarian bahasa dan budaya Lampung terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026, sebanyak 580 pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs ambil bagian dalam kegiatan yang digelar di Nuwa Adat Way Kanan, Rabu (14/10/2026).

Festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan, Sunaryo, mengatakan FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga agar bahasa Lampung tetap hidup dan digunakan oleh generasi penerus.

“Festival ini bukan hanya kompetisi, melainkan ajang untuk melestarikan bahasa dan budaya Lampung. Jangan sampai kita terbuai dengan budaya asing hingga melupakan bahasa dan budaya sendiri,” ujarnya.

Beragam cabang perlombaan dihadirkan untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada para pelajar. Peserta tingkat SD/MI mengikuti lomba dendang syair, mendongeng dalam bahasa Lampung, serta membaca aksara Lampung.

Sementara itu, peserta tingkat SMP/MTs berkompetisi melalui lomba pidato berbahasa Lampung dan komedi tunggal menggunakan bahasa daerah tersebut. Berbagai kategori ini memberikan ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas, meningkatkan keterampilan berbahasa, serta memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya menjaga bahasa ibu sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah membutuhkan komitmen berkelanjutan agar penggunaannya tidak terbatas pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Machiavelli.

Di sisi lain, Ketua Forum Guru Bahasa Lampung Kabupaten Way Kanan, Septri Marbhara, mengungkapkan bahwa FTBI tahun ini mencatat partisipasi yang semakin luas. Untuk pertama kalinya, perwakilan dari lingkungan Kementerian Agama turut mengikuti festival tersebut, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Tahun ini antusiasme peserta cukup tinggi. Hal ini terlihat dari melonjaknya jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, setiap kecamatan di Way Kanan juga mengirimkan perwakilan pada ajang ini,” katanya.

Tingginya partisipasi tersebut menjadi salah satu indikasi meningkatnya keterlibatan satuan pendidikan dalam mendukung pelestarian bahasa Lampung.

Melalui FTBI 2026, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai penting agar bahasa Lampung terus diwariskan serta menjadi bagian dari identitas budaya daerah. MP –

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.